Adapun iman yang tersimpan untuk umat ini sangat agung, bagian untuk mereka besar sekali, hal itu karna mereka iman pada semua kitab-kitab yang Alloh turunkan, pada semua rosul-rosulnya, dan pada semua malaikat-malaikatnya tanpa ada membeda-bedakan diantara satu dan yang lainya.
Ini sangat cocok dengan firman Allah ta'ala:
آمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ كُلٌّ آمَنَ بِاللَّهِ وَمَلائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ {∆}البقرة[٢٨٥]
Artinya:
Rasul telah beriman kepada Al Qur’an yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): “Kami tidak membeda-bedakan antara seseorang pun (dengan yang lain) dari rasul rasul-Nya”, dan mereka mengatakan: “Kami dengar dan kami taat”. (Mereka berdoa): “Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali”.
Sungguh kita telah di perintah untuk iqrar dengan hakikat iman yang bersifat i'tiqodiyah, secara ucapan dan dalam hati (i'tiqod) Allah ta'ala berfirman:
قُولُوا آمَنَّا بِاللَّهِ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْنَا وَمَا أُنْزِلَ إِلَىٰ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ وَالْأَسْبَاطِ وَمَا أُوتِيَ مُوسَىٰ وَعِيسَىٰ وَمَا أُوتِيَ النَّبِيُّونَ مِنْ رَبِّهِمْ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْهُمْ وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ{∆} البقرة[١٣٦]
Katakanlah (hai orang-orang mukmin): “Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma’il, Ishaq, Ya’qub dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhannya. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun diantara mereka dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya”.
Maka iman yang tersimpan untuk kita, lebih besar dari iman selain kita, umat sebelumnya diantara mereka ada yang percaya pada sebagiannya dan ada yang kufur pada sebagian yang lain (tersebut di atas), karna iman yang telah kita jelaskan ini mempunya nilai plus untuk seorang muslim dari pada umat sebelumnya, juga patokan bandingan keutamaannya adalah iman, mereka iman pada Allah dan rosulnya tapi mereka mengingkari kenabian rosul yang lain, jelas ini iman yang sesungguh yang tidak membeda-bedakan kitab yang satu dengan yang lain, rosul yang satu dengan yang lain.
Contoh bukankah Nabi Isa alaihi salam seorang nabi tapi nasoro/kristiani menganggap ia tuhan dan tidak mengakui kenabian Muhammad shollallohu alaihi wa sallam, begitu juga Sayyiduna Uzair alaihi salam juga yahudi menganggap sebagai anak tuhan.
Kesempurnaan iman yang Allah anugrahkan pada diri kita ini jangan kita sia-siakan semoga Allah selalu menjaga iman kita dengan amaliyah yang nyata amiin ya robbal alamin.